Begitu banyak cara yang bias dilakukan unut memeriahkan suasana ramadhan, namun tidak sekedar memeriahkan, tapi di dalamnya terdapat tujuan yang mulia.
Salah satu cara itu data disalurkan dengan mengadakan bagi-bagi takjil gratis di jalanan. Jika melintas dari arah Sidoarjo menuju ke Surabaya, di beberapa tempat sekitar jalan Darmo akan menemukan kerumunan massa yang cukup padat ketika menjelang maghrib di bulan ramadhan. Tidak lain kerumunan tersebut ialah berbagai kalangan mulai dari pegawai kantoran, anak sekolah, pejalan kaki dan lain-lain yang masih nerada di jalan ketika adzan mghrib menjelang.
“Saling berbagi dengan pengguna jalan yang sedag berpuasa”, ungkap Sugeng, Ketua Moment Berbagi Pandu Siwi Group, ketika disinggung tujuan mengadakan bagi-bagi takjil gratis. Pada (22/9) sore, terlihat suasana ramai bahkan bias dibilang macet di sekitar Taman Bungkul Surabaya, hal ini tidak lain disebabkan oleh kegiatan yang sudah menjadi tradisi di bulan ramadhan, yaitu bagi takjil.
Ada beberapa titik yang membagikan takjil ini selain di area Taman Bungkul, antara lain di area Monumen Polri di kaasa Polisi Istimewa, deretan Bank swasta maupun Bank pemerintah yang berjejer di sepanjang jalan kembar Darmo. Rata-rata menu yang di berikan adalah kue, air putih, serta Kurma. Tapi tidak sedikit yag membagikan makanan berat berserta makanan penutupnya.
Ketika menikmati takjil tersebut di pinggir jalan, terasa begitu hangat rasa yang ditimbulkan, karena dengan hal seperti ini bias mempertebal jiwa social, menambah teman yang belum kita kenal sebelumnya, bahkan insya allah mendapat pahala.
Namun, cukup disayangkan melihat fenomena sepertiini, karena selain para pengguna jalan yang saling berebut takjil, banyak sekali apara pengemis, anak jalanan bahkan ibu-ibu yang sedang menggendong balita ikut berhimpit-himpitan memperebutkan makanan yang tidak begitu banyak tersebut. (a_w)







